Tuesday, September 29, 2015

NOVEL off the record/berbahaya

SINOPSIS ABABIL
By Irfan Wijaya

“Tiba-tiba dari balik gapura muncul bayangan tinggi dengan jubah panjang berkibar. Aku terperangah. Raut wajahnya tersamar dalam keremangan. Ia berjalan pelan ke arahku. Lalu perlahan sinar mentari temaram menyinari setengah wajahnya, membuat garis wajahnya tampak bercahaya, dan sesaat kemudian tampaklah deretan gigi-gigi putih terkuak dari seulas seringai dingin.”
            Pertemuan aneh di gapura Bajang Ratu, situs Trowulan, Jawa Timur  antara Bintang dan Ben Portman seorang profesor filologi ternyata merupakan awal dari peristiwa-peristiwa menegangkan berikutnya. Bintang adalah seorang wartawan lepas.  Ia banyak bekerja untuk  berbagai majalah dan kantor berita asing. Bintang sedang mengalami konflik batin karena dirinya sadar banyak hasil karyanya yang meraih berderet penghargaan ternyata didapatkannya melalui cara tidak benar. Saat kerusuhan Manggarai pecah, Bintang bertemu dengan Jon seorang preman penguasa kawasan Manggarai. Aksi saling menyelamatkan saat berlangsungnya pertempuran antara kelompok preman mengantarkan mereka kepada persahabatan.  
Ben Portman dan kelompok rahasia Para Pemuja-nya yang mengusung panji-panji kegelapan berusaha keras merebut Kitab Biru beserta kuncinya dari tangan Laskar Ababil, kelompok pembela kebenaran. Di kawasan Jawa Timur, persekongkolan licik tabib Dawus dengan Para Pemuja dalam usaha merebut Kitab Biru, malah membuatnya tewas. Sebaliknya Mbah Said, kakek Kirman tabib saingan Dawus ikut gugur pula di bunuh kelompok Para Pemuja. Kirman mendapat amanah selanjutnya  menjaga Kitab Biru yang selama ini dijaga Mbah Said, kakeknya seorang anggota Dewan Laskar Langit penasehat para laskar Ababil. Lalu Kirman bersama Laskar Ababil lain yaitu Kidir dan Rebo terlibat aksi kejar-kejaran penuh marabahaya melawan kelompok sesat Para Pemuja. Kecelakaan hebat tak bisa dihindarkan, korban nyawa pun berjatuhan di pihak Para Pemuja. Sementara Kirman berhasil menjaga Kitab Biru dan kuncinya, untuk diserahkan kepada Laskar Ababil baru yaitu: Bintang dan Jon.

Kemudian Bintang dan Jon terlibat perseteruan sengit dengan Ben dan kelompok Para Pemuja. Imam Fatah seorang guru spiritual yang berprofesi sebagai penjual batik melindungi keselamatan Bintang dan Jon, sementara Ben Portman didukung Nini Bungkuk melakukan serangan-serangan gaib, penipuan, pembunuhan dan kehancuran sporadis dimana-mana. Ben dan kelompok Para Pemuja berusaha keras dengan berbagai cara merebut Kitab Biru dari tangan Bintang dan Jon. Kitab Biru adalah sumber rahasia kekuatan kegelapan tertinggi yang diidamkan Ben dan kelompok Para Pemuja. Di Indonesia ada tiga kitab seluruhnya; Kitab Biru, Kitab Merah Dan Kitab Hitam yang merupakan tiga kitab sihir utama dari 13 kitab yang tersebar di dunia. Bila tiga kitab itu dihancurkan maka 10 kitab yang tersebar di dunia akan hancur bersamaan. Ben menciptakan peralatan mutakhir berteknologi tinggi bernama DINOBRACS yang memanfaatkan kekuatan tersembunyi tiga kitab Iblis tadi. Target Para Pemuja adalah menguasai nusantara dan menyeretnya ke dalam era kehancuran dan kegelapan, serta melenyapkan ketauhidan kepada Tuhan dari hati umat manusia. Bintang, Jon dan Laskar Ababil melakukan serangan mendadak ke markas kelompok Para Pemuja dan melumpuhkan senjata DINOBRACS serta meringkus Ben beserta kelompoknya.
========================================================================

“Sebuah karya perdana yang luar biasa! Jika membacanya sampai akhir, Anda akan menemukan kesempurnaan!”
Laora Arkeman
Redaktur Jurnal Sastra dan penulis cerpen antalogi tunggal Aku Sakit Jiwa!


“Menegangkan! Petualangan penuh ramuan unsur spiritual disertai kisah percintaan. Membaca karya Irfan Wijaya, seakan meluncur dengan roller coaster yang mengejutkan di tiap tikungan. Mengajak kita larut di tiap lembar halamannya. Filmis dalam menggambarkan adegan. Sebuah novel yang harus dibaca!
Marwan
Detik.com


Penuh kejutan! Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sebuah novel perdana karya Irfan Wijaya. Alur cerita tak mudah ditebak. Adegan digarap detail. Bahasa yang digunakan terkadang nakal ataupun puitis, memberikan warna tersendiri bagi karyanya.

Jongki Handianto
Majalah GATRA


“Membaca novel ini, terlihat jelas perpaduan antara pengalaman visual yang sangat pribadi dengan perjalanan batin dari penulisnya, digarap dengan gaya drama petualangan yang sangat dinamis… Seru! Seperti sedang menonton film action.”
Ensadi Joko Santoso
Pakar Sinematografi – DOP Film Syahadat Cinta dan Raja Ali Haji


“Cerita yang mengandung unsur spiritual, konflik dan percintaan dikemas dengan  kalimat yang  mengalir lancar dan enak dibaca. Latar belakang kisahnya kekinian yang menjadikan buku ini dekat dengan kita.”
Herry Suhendra
Wartawan Budaya Bisnis Indonesia


"Novel ini sulit diduga penutup pada tiap babnya. Di dalam masing-masingnya, kita disuguhkan dengan kejutan-kejutan yang mengguncang. Irfan Wijaya mampu melangutkan karyanya ke sudut-sudut yang sama sekali jauh di luar perkiraan kita. Ia tak hanya membawa kita ke dunia petualangan seorang penjelajah namun juga dunia yang bersinggungan dengan agama, psikologi, politik dan penguraian-penguraian pribadi tokoh-tokoh agama dan wilayah negara. Karya ini memiliki tema yang memukau. Ababil adalah karya perdana yang memesona!"
Chairil Gibran Ramadhan

Sastrawan, esais dan editor